![]() |
| Duel sengit antara Andrea Dovizioso dengan Marc Marquez di GP Austria, Sirkuit Red Bull Ring 13/8/2017 |
Dovizioso ternyata
sudah mengetahui “kelemahan” Marquez, sehingga ia mampu pecundangi Marquez dan
meraih Podium Pertama di GP Austria, Sirkuit Red Bull Ring.
Penggemar MotoGP
pasti sudah tidak asing dengan nama Andrea Dovizioso, si juara dunia kelas
125CC (kelas Moto3) tahun 2004. Dovi mulai naik ke kelas MotoGP setelah dua
kali menjadi runner up dan sekali menempati posisi tiga klasemen akhir kelas
Moto2 yang kala itu masih disebut kelas 250CC.
Pada Race terakhir, GP Austria yang digelar di Sirkuit Red Bull Ring Austria yang memiliki dua tikungan ke kiri dan tujuh tikungan ke kanan dimana tikungan ketiga Red Bull Ring ini memang sangat diwaspadai oleh para Rider karena derajat sudut tikungannya yang super kecil sehingga memaksa siapapun untuk menarik tuas rem sekuat-kuatnya ketika memasuki tikungan ini.
Ditambah lagi mental rider diuji dengan kondisi pembatas sirkuit yang sangat dekat dengan lintasannya sehingga apabila terjadi crash, bisa sangat beresiko bagi rider.
Selain itu, lebar sirkuit yang hanya 13 meter membuat rider sekelas Marc Marquez kesulitan untuk take over Dovizioso pada Race 13/08/2017.
Ternyata sejak awal Dovi sudah mengetahui bahwa Marquez akan melakukan manuver di tikungan terakhir. Benar saja, Marquez memang melakukan manuver untuk take over Dovi yang sebenarnya cukup beresiko bagi kedua rider itu karena roda belakang Marquez hampir saja bersentuhan dengan roda depan Dovi.
Pada saat itulah Dovi yang sudah mengetahui itu menunjukkan “jurus”nya yang pastinya sangat sulit dilakukan dalam kondisi se’crowded’ itu. Dovi sengaja melebarkan arah motornya sehingga Marquez bisa merangsak masuk untuk menyalipnya.
Disitulah terjadi hal yang sangat tidak disangka, ternyata saat Dovi melebarkan arah motornya, dia sedang mempersiapkan akselerasi untuk melesat melewati Marquez lagi, sementara itu Marquez yang memang memaksakan diri untuk masuk, sedang kesulitan meluruskan arah motornya.
Finally, seperti yang dikatakan Lusi Wiryono (Host MotoGP Tr*ns7) bahwa memang Balapan MotoGP bukan hanya berbicara tentang kecepatan, tapi juga dibutuhkan strategi.

